Tentang BEM FK-KMK Inspirasi Kebaikan

 

 

 

Ini adalah kisah kita bersama

 

Sabila Rahma Utomo
Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia
BEM FK-KMK UGM 2018

Iklan

Jadi Lebih Bersinar

“Mungkin dengan kondisi seperti ini, rahma menjadi lebih bersinar dari yang rahma pikirkan. Mungkin karena berada di posisi rahma sekarang rahma tau bahwa gak selamanya ada orang yang bisa memahami kita Dan malah bertindak untuk selalu menyebalkan”

Ini adalah salah satu pesan dari seorang teman.

Cinta

spell love

sumber gambar : pinterest.com

Cinta, banyak kata untuk mendefinisikan cinta, dan tidak ada kalimat yang baku untuk mendefinisikannya. Karena ya seperti itulah cinta.

Bicara soal cinta, ada banyak kisah tentangnya, sangat amat banyak. Dan kisah cinta amat sangat digemari. Kenapa ya?

Saat kita membicarakan tentang cinta, ada banyak komponen di dalamnya. Ada kebahagiaan dalam cinta, tapi tak jarang juga cinta diliputi kepedihan.

Pernah ngga sih kita mikir bahwa ada seseorang yang sejak beribu-ribu tahun yang lalu sudah mencintai kita. Bahkan di akhir hayatnya, kita lah yang disebut-sebut namanya. Yap, beliau adalah Rasulullah SAW. Beliau sudah mencintai kita bahkan sebelum kita ada. “Ummati, ummati” itu yang beliau ucapkan saat sakaratul maut. Kisah cinta yang indah sekali bukan?

Namun sadarkah kita? Rasa cinta beliau yang begitu besar mungkin ada yang tak terbalas. Coba kita lihat, di antara umat beliau, masih ada saja yang tidak mengikuti sunnah-sunnah beliau. Padahal kan beliau ya seorang Nabi yang cintanya begitu besar, tidak bisa kita ragukan cintanya beliau.

Jadi kalau sekarang sedang merasa sedih karena cintamu tidak berbalas. Kamu sudah capek-capek menyayangi, menginvestasikan waktumu untuk orang-orang yang kamu sayangi. Tapi tetap saja cinta itu belum berbalas. Sabar aja, ikhlas, berlapang dada. Terus saja doakan dia. Doakan dia agar semakin mencintai Tuhan-Nya. Kalau dia sudah mencintai Tuhan-Nya, kebaikan pun akan semakin mudah diterimanya.

Dan jangan sampai kamu kehabisan rasa cinta dan sayangmu, karena mungkin setelah ini, kamu akan dipertemukan dengan orang-orang yang menyayangimu.

 

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di mata, maka hanya sampai disanalah awal dan akhir semua kisah.

Siapa yang meletakkan cintanya hanya di kaki dan tangan, maka juga disanalah tempat terjauh yang bisa digapai.

Tapi barangsiapa yang bisa meletakkan cintanya di hati, mematuhi aturan main dan senantiasa bersabar, maka dari sanalah semua kisah akan mekar bercahaya wangi memesona -Tere Liye

Prestasi?

4 Siswa ABBS Solo Sabet Juara Olimpiade Mapel se-Jateng DIY

Jatengpos.com, SOLO – Empat siswa SMA Al Abidin Bilingual Boarding School (ABBS) Solo berhasil menggondol empat juara dalam Olimpiade Mapel Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) se-Jawa Tengah dan DIY di FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada 25-26 Oktober lalu.

Penanggung Jawab Prestasi SMA ABBS Solo, Lukluk Fithriyah, mengaku dari enam orang siswa untuk bertarung di enam kategori, empat siswa di antara mereka berhasil meraih juara I.

“Empat siswa yang meraih juara tersebut beratarung dalam Mapel Geografi, Biologi, Matematika dan debat Bahasa Inggris,” katanya kepada solopos.com di sekolah setempat, Sabtu (1/11/2014).

Keempat siswa tersebut adalah Anissa Antania Hanjani, Septiyani Kusuma Dewi, Sabila Rahma Utomo dan Bagas Oktaviano. Sedangkan dua siswa lainnya, Hasna Albana Awangrif dan Farchan Mu’aziz gagal meraih juara dari lomba Inggris tertulis dan tahfidz.

Sementara, Koordinator Humas sekolah setempat, Imam Samodra, menambahkan persiapan dalam menghadapi Olimpiade Mapel JSIT tersebut sudah dilakukan sejak lama.

 

http://www.jatengpos.com/2014/11/siswa-berprestasi-4-siswa-abbs-solo-sabet-juara-olimpiade-mapel-se-jateng-diy-549077

Percaya dan Mempercayakan

Hasil gambar untuk story chibird

Terimakasih kepada orang-orang yang sudah mempercayakan ceritanya kepadaku.

Sebuah cerita penuh makna. Dari sebuah cerita, banyak hikmah yang dapat dipetik. Tentang perjuangan, tentang pengorbanan, tentang cinta, tentang keikhlasan, dan tentang hal-hal yang membuatku begitu takjub karenanya.

Membuatku sadar bahwa sejatinya diri ini tidak memiliki apapun, dan bahwa kekuatan yang kita punya ini adalah milik-Nya, dan hanya Dialah yang dapat memberikan kekuatan.

Dari sebuah cerita, aku sadar bahwa setiap orang berproses dengan caranya masing-masing.

Dan aku percaya, selalu percaya bahwa hati yang baik akan dipertemukan dengan hati-hati yang baik pula. Sehingga aku pun terus meminta kepada-Nya, dengan pengharapan yang begitu besar agar hati ini selalu berupaya untuk menjadi hati yang baik, hati yang kuat, hati yang luas dan lapang untuk menerima berbagai ketentuan-Nya. Agar dapat terus berupaya menjadi pribadi yang bersungguh-sungguh untuk mencari cinta-Nya.

 

Sabila Rahma Utomo

Amanah?

31492-John-Quincy-Adams-Quote-If-your-actions-inspire-others-to-dream“Amanah tak pernah memanggil orang hebat, tapi amanah menghebatkan orang yang terpanggil”.

Kalimat singkat yang pernah disampaikan oleh mas Narendra Rangga Reswara pada diskusi online di grup Keluarga Inspirasia BEM FK-KMK UGM beberapa waktu lalu. Bagi para pengikut diskusi online yang sedang terkantuk-kantuk pasti akan mendadak melek dan mencoba memahami kalimat tersebut, luar biasa makjleb sekali kalimat ini. Pengemban amanah yang mana yang tak merasa hebat kala kalimat itu dilontarkan? Mungkin kita semua sempat melambung tinggi, jauh hingga menembus langit ke tujuh, kemudian mengitari angkasa raya, yang dikelilingi oleh jutaan bintang bertebar di hektaran langit Allaah yang maha luas (alay bet yahhh). Kita merasa hebat karena terlalu sering mendapatkan amanah yang tak jarang membuat orang-orang di  sekitar kita berpikir bahwa “We’re the superman, busily productive”.

Namun pernahkah kita merenung dan mulai menerka kembali memori yang masih tersisa, mengingat satu per satu amanah di kampus dari mulai ketika kita masih unyu-unyu terlahir sebagai maba fresh hingga sekarang menjadi maba yang sudah tidak fresh lagi (Mahasiswa Baru tahun ke 2, ke 3, ke 4, dan seterusnya) ?

Menurut Hamka (1990) amanah merupakan pondasi dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Amanah merupakan perekat sosial dalam membangun solidaritas di masyarakat yang bertujuan membentuk kerja sama sesama individu (Pulungan, 2006). Tanpa amanah, kehidupan bermasyarakat dan bernegara menjadi rusak. Dilihat dari sisi pengertian di atas, amanah memiliki cakupan yang luas dan menjadi inti daripada keberlangsungan kehidupan bernegara. Luas, jelas, dan berat. Begitulah amanah, sampai-sampai mampu menghebatkan pribadi yang biasa saja menjadi luar biasa. Kita sering mendengar para aktivis kampus yang menjelma menjadi pribadi hebat, tangguh, dan menginspirasi. Tak jarang pula yang berkamuflase menjadi idola di kalangan mahasiswa baru maupun mahasiswa bangkotan. Tentu bukan tanpa alasan. Mereka adalah pundak-pundak yang diridhoi Allaah untuk berkarya dan berkontribusi pada almamater. Komitmen mereka mendarah-saraf dan bahkan membuat mata tak sanggup memejam melihat kecintaannya pada almamater serta tanah air Indonesia.

Melihat kalimat mas Naren dan membacanya lagi akan membuat kita kembali. Setelah beberapa detik terbang melayang jauh disana, mari mulai kembali berpijak pada asal muasal kita diciptakan, pada rumah yang akan menemani kita dalam balutan kain kaffan. Tanah! Kita harus berpijak kembali. Mengapa kita terbang jauh hanya dengan kata-kata yang belum tentu berhak menjadi milik kita? Apakah kita sudah merasa hebat? “Amanah tak pernah memanggil orang hebat, tapi amanah menghebatkan orang yang terpanggil”. Apakah sepenuhnya kalimat ini merujuk pada pribadi kita? Sementara, tangan ini dengan enaknya mengayunkan amanah pada pundak lainnya, mata ini setengah menutup saat mengerjakannya, lisan ini berkeluh kesah tak tertahan kesana kemari menceritakan beratnya, kaki ini tak bersegera tergerak kala jam menunjukan sudah waktunya, pikiran sering terbagi oleh hal-hal pengisi kepuasan pribadi semata. Apakah seperti itu yang dimaksud dengan orang hebat karena terpanggil amanah?

Mungkin kalimat mas Naren tersebut hanya berlaku bagi sebagian manusia. Merekalah aktivis-aktivis Allah yang beruntung. Mereka yang berhasil meluruskan niat, mengemban amanah, mengeksekusinya dengan baik tanpa berkeluh kesah. Merekalah yang paham betul bahwa amanah bukan hanya soal LPJ dihadapan birokrat, melainkan pertanggungjawaban kita kepada Yang Maha Kuasa, memiliki kesadaran Ilahiyah. Maka sudah sepantasnya merekalah yang pantas kita sebut dengan julukan “Si Hebat”. Sedang kita, pernahkan kita berpikir untuk menjadi hebat juga? Tentunya dengan tetap meluruskan niat karena Allaah SWT. Tentu pernah bukan?

Kita bukan hendak memaparkan tips dan trik menjadi “ Si Hebat” seperti yang mas Naren katakan. Kita hanya berusaha menjadi versi terbaik diri dengan mengingat kembali kemampuan kita yang mungkin sering kita abaikan. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi hebat manakala tubuh kita terasa sangat lelah karena tiga agenda organisasi beriringan jalannya. Bagaimana mungkin kita akan menjadi hebat ketika waktu terus bergulir tapi kita tak mampu mengaturnya. Bagaimana mungkin kita akan menjadi hebat jika masih selalu memberatkan sebelah dan mengesampingkan salah satu atau bahkan amanah lainnya?

Kuncinya hanya satu bukan? Sortir amanah tersebut dan fokuslah. Yang selalu menjadi masalah bagi setiap dari kita adalah keengganan untuk berkata “tidak”. Padahal, kalau sampai kita mengambil seluruh amanah yang datang, akan banyak resiko yang sewaktu-waktu dapat menyapa. Mungkin saja kita bisa sakit, mungkin saja kita menjadi dzolim terhadap akademik atau bahkan kepada amanah lainnya. Bukan maksud untuk tak mengambil setiap kesempatan yang ada. Tapi lebih kepada menyortir amanah apa yang sekiranya kita mampu, kita bisa, kita percaya, dan akan baik-baik saja untuk ke depannya. Jangan sampai karena terlalu berambisi untuk menjadi hebat kita malah menjadi dzolim pada amanah lain di luar sana.

Sebab kita perlu mengetahui seberapa optimal kita dapat memberikan kontribusi. Karena jika kita hanya memikirkan apa yang dapat kita terima seperti halnya julukan “Si Hebat” misalnya, kita hanya punya tolak ukur yang ringan, lemah dalam meniatkan hingga hanya menimbulkan mudharat dan kelalaian ketika amanah sampai kepada kita. Pikirkan baik-baik apa yang perlu menjadi prioritas dan fokuslah! Kapasitas setiap kita adalah berbeda. Maka cobalah pahami diri sendiri dengan segala keterbatasannya.

Kadang kita perlu bijak kepada diri sendiri. Kita perlu mengingat bahwa dalam sehari hanya ada 24 jam. Kita perlu sadar bahwa tangan kita hanya dua, kaki kita pun dua, mata kita hanya dua, telinga kita dua, dan mulut kita hanyalah satu, serta hidung kita yang hanya satu meskipun berlubang dua. Sudah sepantasnya kita menjadi dewasa untuk mengelola setiap kesempatan yang datang. Tapi jangan sampai hal tersebut membuat kita lalai kepada amanah lainnya. Lagi pula Allah menciptakan manusia dengan kemasan yang sangat komplit lengkap beserta kelemahan dan kelebihannya. Jadi mulailah bijak pada diri sendiri untuk memilah setiap amanah. Agar keoptimalan dapat dicapai dan biarlah Allaah yang menghebatkan kita dengan amanah tersebut. Selamat berproses dan berjuang. Semoga Allaah hebatkan kita-kita yang bersedia menemui panggilan amanah dan tak lagi mengecewakannya. Semoga apa-apa yang kita niatkan selalu dalam ridho-Nya.

Referensi:

Agung, I M., Husni D. 2016. Pengukuran Konsep Amanah dalam Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. 43 (3) : 194-206.

Ditulis oleh Wahida, insyaallah manusia Hebat

Baik dan Dewasa

dsc001681250949555.jpg

I applaud people who have been through hell but are still kind and loving towards other human. (dari IGS vaelovexia)

           Dari skala satu sampai sepuluh, tingkat kesetujuanku adalah sebelas. Aku sangat setuju untuk apresiasi seperti kata-kata di atas. Menurutku, orang yang mampu berbuat baik dalam keadaan apapun adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka tetap meringankan urusan orang lain meski beban di pundaknya berat. Mereka tetap tersenyum dan menyapa orang lain meski memiliki sejuta alasan untuk menangis dan mengeluh. Mereka tetap menggunakan kata-kata yang lembut dan penuh kasih sayang dalam berbicara meski ingin mengumpat dan berkata kasar sebagi bentuk luapan emosinya.

           Aku sangat menghargai orang-orang sebaik mereka. Kurasa, mereka bukan hanya orang baik, melainkan juga dewasa. Sebuah sikap yang belum tentu dimiliki oleh orang yang sudah berpendidikan tinggi sekalipun, apalagi hanya dengan label tua. Tidak, menua belum tentu dewasa. Orang yang baik dan dewasa tak akan mencari-cari kambing hitam sebagai pembenaran atas sikapnya. Tidak menyalahkan masa lalu atas sikap buruk yang ia miliki, misalnya. Sebuah kapal tidak akan tenggelam kecuali air laut itu masuk kan? Begitupun kita. Tidak ada yang mampu mempengaruhi, kecuali kita mengizinkannya. Entah itu masa lalu, orang-orang yang berbat jahat pada kita, lingkungan, atau yang lainnya. Kita adalah hasil dari pilihan dan keputusan kita sendiri.

           Orang yang baik dan dewasa tak akan mencari kambing hitam sebagai pembenaran atas kesalahannya.

“Mengapa pekerjaanmu belum selesai juga?” tanyaSi Bos menginterogasi.

“Sangat sibuk akhir-akhir ini, maaf” jawabnya.

Padahal kata Kurniawan Gunadi dalam tulisannya, sibuk adalah alasan bagi mereka yang tak mampu mengatur waktu. Orang yang baik dan dewasa tidak merasa sombong untuk mengakui kesalahannya, meminta maaf, kemudian mulai berbenah. Mereka sangat baik dan aku kagum dibuatnya. Semoga kita mampu menjadi salah satunya.

 

imeespramesti.tumblr.com

 

diposting oleh Sabila Rahma Utomo

Melangitkan Doa

1533918180690608921082.jpgTugas manusia itu berikhtiar, tetapi soal nanti bagaimana, Allah yang menentukan.

Ibaratnya nih, udah merencanakan untuk melakukan banyak hal, tapi tiba-tiba sakit (kaya saya skrg ini. wkwk), siapa yang tahu?

Mungkin Allah punya skenario yang lebih baik untuk kita. Ya nggapapa, diambil hikmahnya aja. Kan Allah yang berkehendak, manut aja deh sama Allah

Doa-doa kita ibaratnya itu untuk meminta kepada Allah agar dipermudah jalan kita, agar kita diberikan pilihan yang terbaik dan hasil yang terbaik dari setiap ikhtiar.

Dan ingat lagi, jawab dari doa kita itu bisa ada 3 macam
1. Ya, kuberikan
2. Tunggu, belum saatnya
3. Aku punya rencana yang lebih baik

“I ask something to God. If God grants it to me, then I am happy. However, if God did not give it to me, then I am 10x happier. Because, the first is my choice. While the second is the choice of Allah SWT. ” – Ali bin Abi Thalib

-tulisan ini banyak terinspirasi dari kelas pengembangan diri oleh Mba Zahratul Iftikar

 

Sabila Rahma Utomo

Personal Branding (DISKUSI ONLINE : Build An Awesome Personal Brand)

NGEMIL INSPIRASIA #2 oleh Iqbal Habibi Kamal, 2 Agustus 2018

Build An Awesome Personal Brand

16404

1. Be Different.

Be Different.jpg

Jadilah yang berbeda, jadilah titik pusat, jadilah poros, jadilah orang yang menarik perhatian. ibarat dalam sebuah kelas diminta semua ambil pena hitam, kemudian kamu mengambil yang merah, tentu orang2 akan memerhatikanmu lebih, padahal fungsi tetap sama2, sama sama untuk menggambar. Atau ibarat dalam perjalanan suatu tempat, orang2 berjalan dengan jalur seperti biasa, kamu mengambil jalur yang lain, padahal tempat akhirnya sama, ketika jalanmu lebih menarik dan enak untuk diikuti maka kenapa tidak mungkin jalanmu akan digunakan oleh banyak orang. Sip segini paham ya point pertama.

ada yang ingat film Happy Feet?

Dia berbeda, dia (sorry) cacat, tapi dia bisa membrandingkan dirinya

2. Be Vigilant. Kalau menurut Bahasa artinya waspada.

Slide4

Kenapa? Karena dalam memulai brand kamu perlu hati2, jika kamu salah membrandingkan maka kamu akan dicap seperti yang tidak kamu inginkan, banyak2lah belajar untuk merintis brand dengan baik. Misal kamu ingin membrandingkan kamu mahasiswa berprestasi, namun sayang mungkin caramu tidak disukai oleh orang2, jatuhnya kamu akan dinilai sebagai orang yang sombong dengan segala kehebatanmu.

 

3. Be Relevant.

Kenapa sih relevan itu penting? Idealism itu penting tapi harus tetap dibarengi dengan realistis, untuk apa? Untuk mengatur seberapa kita bisa bergantung pada idealisme kita. Terkadang kondisi di lapangan tidak sesuai dengan ekspektasi kita, adaptasi dengan realita adalah solusinya.

Dan ketiga point utama itu dibungkus dengan “fokus”. Kita perlu fokus “stay for one thing”, video tadi menyebutkan “one thing, not a lot of things”.

Nah selama ini kita agak risih kan kalau dengar kata pencitraan. Bagiku, branding ya memang pencitraan, menurut KBBI pencitraan bukanlah hal yang buruk, pencitraan diartikan perwajahan, bersifat netral. Namun sayang selama ini public memakai kata pencitraan dalam konteks negative selalu. Ketika janji pejabat tak ditepati, ketika omongan dan tindakan berbeda, ketika berpakaian belebihan selalu disebut pencitraan akhirnya makna kata pencitraan jadi bias.

Sejak saat itu saya tidak pernah lagi merasa risih ketika dikatain orang2 pencitraan, karena memang pencitraan itu bukan hal yang negatif.

Jadi kalau suatu hari kamu dikatakan pencitraan biasa aja, jangan diambil hati, karena sebetulnya kamu sudah berhasil membuat personal brandingmu.

Sadarkah kamu ternyata intinya branding adalah sesuatu yang diulang2.

Contoh kecil, teman2 sudah tau ig saya? Hehe sekalian promosi.

Id ig saya adalah @iqbalaero.

Pertama, adanya “aero” sesuatu yang menarik orang untuk bertanya. Sudah hampir yaaa puluhan atau bahkan serratus orang mungkin ya yang nanya “bal aero apasi?”. Dan iqbalaero selalu saya ulang ketika kenal dengan orang dan kita bertukar id Instagram. Secara otomatis otak mereka akan termindset, bahkan sekarang beberapa temanku ketika mendengar kata aero sudah identic sama si Iqbal .

Contoh lain yaa, skrg kan saya sedang mengembangkan startup Stationaero kalau teman2 udah pada tau, kalau belum tau sila dicek di ig @stationaero, kalau tertarik juga bisa beli hahaha

Nah seketika setelah aku launching stationaero, orang2 khususnya anak UGM udah menebak kalau itu bisnisnya Iqbal. Lagi lagi karena “aero” yang selalu berulang didengar oleh teman2 kita.

Slide10Slide11

Itu contoh kecil, contoh lain yang buruk adalah misal kamu suka tidur dikelas, kemudian kamu lakukan itu hampir dibeberapa kelas, lalu orang2 mengolok2 kamu sebagai orang paling rajin tidur. Itu berulang. Dan selamat anda sudah terbrandingkan!!

Slide12

 

Slide13

Slide14

Slide17

Sesi Pertanyaan-Tanya Jawab

1. Bagaimana cara membangun rasa percaya diri kita terhadap keunikan yang kita miliki?

Dijawab sebagai closing

2. Kenapa sih kita perlu membuat personal branding yang bagus?

Kenapa perlu personal branding yang bagus? Kenapa perlu dikenal orang? Mungkin kalian pernah dengar orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat, ketika kamu punya branding yang bagus, kamu dikenal, kamu bisa bermanfaat semakin luas, itu makanya banyak orang ingin menjadi selebgram, banyak orang pengen menjadi pejabat, karena bukan cuma popularitas yang didapat tapi juga bisa menebarkan manfaat. Dengan ucapan kalian, dengan perbuatan kalian, dengan apa yang kalian buat orang2 akan percaya duluan sebelum kalian minta.

3. Hambatan apa yang sering dijumpai saat seseorang build up personal branding? dan bagaimana cara menyikapi hambatan tersebut?

Biasanya hambatan yang paling sulit adalah memulainya dan menjaganya atau istiqomahnya

Kadang kita bingung gasih mulainya kudu piye? Nah ini yang penting kita harus tau dulu passion kita itu apa dan kamu ingin dibrandingkan seperti apa, kayak tips yang pertama. Aku percaya kalau kita memang bisa melakukan banyak hal, tapi ketika kita melakukan yang merupakan itu passion kita, itu akan lebih mudah. Buat kamu yang bisa nge MC, nge MC lah yang baik, buat kamu yang suka berolahraga, ajaklah teman2 berolahraga bareng, jadi orang2 udah tau duluan kalau mau olahraga ajak si itu biar ga wacana.

nah buat menjaga juga susah, soalnya banyak banget pasti omongan orang dari luar, buat yang ini pesanku, jangan banyak dengarkan kata orang lain, yag positif diterima yang sekiranya cuma menghabiskan waktu untuk dipikirkan, lupakan ajaa

4. Bagaimana membangun personal branding bagi orang introvert?

Kalau kamu udah sadar kamu adalah orang introvert itu bagus. Dan personal branding itu ga melulu hal yang diumbar keluar dengan menonjolkan fisikmu kok, kalau kamu introvert dan misal senang menulis, kamu bisa brandingkan dirimu dengan menulis, bungkam orang2 dengan karya2mu, dan tunjukin branding tidak menghambat apapun, siapapun kamu dengan segala kekuranganmu kamu bisa brandingkan dirimu. contoh yaa, aku ga begitu hebat dalam menulis makanya aku brandingkan sebagai orang yang humanis apapun disampaikan lewat lisan, ini contohku berarti bisa kebalikannya.

5. Gimana caranya “membangun kembali” personal branding, kalau pernah terjadi titik balik hidup yg sampai mengguncang/mengubah jati diri? (hadu maafin ribet ehe)

Ada beberapa tips yang bisa aku sampaikan, kalian tau Nikita Mirzani yang skrg sudah berhijab kan? Hahhah kok aku hapal infotaiment. Dan kalian pasti tau banget gimana dulu dia dan gmn skrg dia, setiap orang pasti punya jalan hidupnya masing, naik turun itu wajar. Tapi pilihan itu kembali ke kita mau diposisi yang mana

nah gmn cara untuk meyakinkan orang (1. Niat yang tulus, karena apa yang dari hati akan sampai ke hati, 2. dibuktikan dengan perubahan yang bisa kamu tampakkan, 3. yakinkan dengan karya yang bisa kamu berikan ke orang banyak)

6. Kalau misal kita kurang yakin dengan satu passion, baiknya kita coba saja semuanya yang kita minati, dua sampai tiga, apa kita sebaiknya fokus aja kesalah satu? Izin menanggapi, saya kadang merasa waktu 5 tahun buat kuliah sangat singkat dan termotivasi buat melakukan banyak hal dengan fokus berbeda dan goal berbeda pula, jadi kadang kayak merasa semangat di awal tapi kok ujungnya capek bgt, gimana biar kita bisa fokus dan tidak “ambisius serakah” semuanya dicoba, maaf agak belibet bahasanya

Jawaban : Ambisius gpp, asalkan itu kebaikan, asalkan itu berjamaah/bersama sama

karena fase2 seperti kita ini emang waktunya untuk mencari jati diri, sebetulnya siapa sih gue .

nanti semakin bertambahnya usia kalian akan dipertemukan dengan persimpangan2. antara kuliah lagi atau bekerja, antara jadi penulis blog atau vlog, antara jadi kuliah diluar negeri atau di indonesia aja, antara kerja atau entrepreneur. dan masih banyak lainnya.

7. Sebenernya tujuan hakiki dari branding diri itu buat apa sih mas? Karena dalam kehidupan sehari-hari banyak saya temukan orang-orang yg menggunakan branding dengan tujuan either to be popular or to win an election atau untuk mendapatkan hak utk menyombong, or even worse, branding terkadang digunakan untuk kepentingan pribadi yg sejatinya kurang bermanfaat untuk orang lain.

Jawaban : Sebetulnya udah aku jawab di pertanyaan pertama bro, coba aku yakinkan lagi. jadi kenapa banyak orang ingin bisa dikenal karena emag dengan dikenal dia bisa berpengaruh untuk orang lain, kenapa ingin berpengaruh, karena ingin bermanfaat. Lain hal bagi mereka yang emang memanfaatkan kepopuleran dengan sesuatu yang beri dampak negatif, itu yang salah. skrg saranku coba kamu posisikan netral dan melihat kedua belah sisi. dan setelah itu kamu bisa memilih mau branding yang kayak apa.

8. Seberapa pentingkah “branding” ini harus kita pikirkan dalam kehidupan? Memang tak bisa dipungkiri we, as humans, tend to think about what others think of us. Tapi dalam kehidupan saya, saya juga menemukan orang-orang yang hanya melakukan hal baik, dan didasari niat yang tulus bahkan tanpa niat untuk disadari oleh orang lain. Seseorang yang mungkin tidak suka memamerkan apa yg telah ia peroleh atau apa yg telah ia lakukan. And in the end, mereka tetap mendapatkan branding yang baik oleh orang sekitar. Apakah seorang dokter belajar kedokteran selama 6 tahun untuk dipandang masyarakat sebagai seorang dokter? Apakah kita harus memikirkan branding dalam setiap hal yang kita lakukan?
Jawaban : Pertanyaan yang bagus banget salutt. Yap betul, jadi sebetulnya kembali ke orangnya, jika menurut dirimu melakukan hal baik tidak perlu diperlihatkan itu cukup untukmu, maka lakukanitu dan cukup kamu dan Tuhan yang tau.
Pun juga kamu sebetulnya tidak salah ketika ingin “membeberkan” apa yang udah kamu perbuat, kembali ke niatnya, siapa tau dengan kamu melakukan kebaikan bisa jadi contoh buat orang lain atau bisa jadi suatu gerakan yang besar.
Everyone has born to this world with own uniqueness, mungkin biar pas sama teman2, uniknya kita bahkan sampai sidik jari aja ga ada yang sama kan? Itu sebabnya setiap kita punya hal unik masing2, jangan pernah merasa minder karena ada kekurangan yang kita miliki, kekurangan2 yang kita miliki, jadikan itu hal yang menarik yang bisa kita syukuri lebih dari orang lain.

“tetaplah bersyukur dengan apa yang diberi, dan jadikan itu pesona dirimu”