Someday-IU (OST Dream High)

Eonjengan i nunmuri meomchugil

Eonjengan i eodumi geodhigo
Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

Jichin nae moseubi
Jogeumsshik jigyeoweojineun geol neukkimmyeon
Dabeorigo shipjyo
Himdeulge jikkyeoodeon kkumeul
Gajin geotbodaneun
Bujokhan geoshi neomunado manheun ge
Neukkyeojil ttaemada
Darie himi pullyeoseo na jujeoanjyo

Eonjengan i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo
Ttaseuhan haetsari i nunmureul mallyeojugil

Gwaenchanheul georago
Nae seuseuroreul wirohamyeo beotineun
Haruharuuga nal jogeumsshik duryeobge mandeulgo OH~
Nareul mideurago ~OH
Malhamyeonseodo midji mothaneun naneun
Ije eolmana deo
Orae beotil su isseul ji moreugesseoyo

Kidarimyeon eonjengan ogetji
Bami gireodo haeneun tteudeushi
Apeun nae gaseumdo eonjengan da natgetji

Nal ijen dowajugil
Haneuri jebal dowajugil
Na honjaseoman igyeonaegiga
Jeomjeom deo jashini eopseojyeoyo

Eonjengan (eonjengan) i nunmuri meomchugil
Eonjengan i eodumi geodhigo (i eodumi geodhigo)
Ttaseuhan (ttaseuhan) haetsari i nunmureul mallyeojugil
(i nunmureul mallyeojugil)

Kidarimyeon eonjengan ogetji (Someday, Someday~)
Bami gireodo haeneun tteudeushi (haeneun tteudeushi)
Apeun nae gaseumdo eonjengan da natgetji
(eonjengan da natgetji i~YEAH)

Eonjengan..
Eonjengan..

 

Hasil gambar untuk dream high drama korea free picture

sumber gambar : dramafever.com

Dan ini terjemahannya yaa..

Aku harap air mata ini akan berhenti menetes suatu hari nanti
Suatu hari, dimana kegelapan ini akan musnah
Aku berharap hangatnya mentari dapat mengeringkan air mata

Ketika aku merasa sangat lelah
Aku ingin melepaskan semua mimpi yang telah aku jaga susah payah
Setiap saat aku merasa bahwa aku tidak memiliki apa-apa
Kakiku kehilangan kekuatan dan aku terjatuh

Aku harap air mata ini akan berhenti menetes suatu hari nanti
Suatu hari, dimana kegelapan ini akan musnah
Aku berharap hangatnya mentari dapat mengeringkan air mata

Setiap hari aku berkata “semuanya akan baik-baik saja”
Tapi itu malah membuatku takut sedikit demi-sedikit
Aku mengatakan bahwa aku harus percaya diri
Tapi aku tidak tau, aku tidak tau sampai kapan aku dapat bertahan.

Tunggu saja. Hari itu pasti akan datang
Walaupun malam terasa sangat panjang
Matahari akan terbit
Suatu hari luka di hatiku akan membaik

Aku harap itu akan membantuku saat ini
Aku harap Tuhan akan menolongku
Aku tidak punya kepercayaan iri yang cukup untuk mengatasinya.

Aku harap air mata ini akan berhenti menetes suatu hari nanti
Suatu hari, dimana kegelapan ini akan musnah
Aku berharap hangatnya mentari dapat mengeringkan air mata

Tunggu saja. Hari itu pasti akan datang
Walaupun malam terasa sangat panjang
Matahari akan terbit
Suatu hari luka di hatiku akan membaik

Suatu hari…
Suatu hari…

*aku suka dengan lirik lagu ini, dan maknanya pun begitu bagus
Iklan

Orang Sibuk

Jika teman seperjalananmu adalah orang sibuk, bersabarlah.

Simpan saja gemuruh amarah–karena lamanya penantian yang sia-sia di–dalam tubuhmu. Biar ia reda seiring berjalannya waktu.

Jika teman terdekatmu adalah orang sibuk, berprasangka baik saja.

Percayalah, bukan hanya dirimu yang lelah meminta waktunya. Bahkan dirinya sendiri lelah bertanya-tanya, kapan ia bisa berhenti menjadi budak waktunya sendiri, kapan kiranya rindu bisa segera ia ubah menjadi temu.

Jika orang yang paling penting dalam hidupmu adalah orang sibuk, temani saja.

Karena suatu hari, keadaan pasti berubah. Suatu hari kamu dalam hidupnya adalah satu-satunya. Suatu hari, waktu yang dimilikinya adalah milikmu juga. Suatu hari nanti, pasti.

Hanya saja, hari ini, kamu (juga aku) harus bersabar untuk mendewasa dengan cara-cara yang mungkin kurang kita suka.

Surakarta, 10 Juli 2018

 

repost dari tulisan teman saya imeespramesti.tumblr.com

Orang Penting

Aku rasa, setiap orang–termasuk kamu–pasti punya tempat cerita. Tempat cerita berupa orang-orang yang namanya terlintas dalam benakmu ketika kamu merasa sedih atau bahagia sekecil apapun itu. Orang-orang yang menjadi tempatmu mengadu tentang betapa jengkelnya kamu ketika tempat parkirmu diambil orang, betapa buruk harimu karena kucir rambutmu hilang, betapa gugupnya kamu ketika berpapasan dengan pujaan hati, betapa bosannya kamu ketika harus menunggu seseorang berjam-jam, betapa cerobohnya kamu hingga dompet dan smartphone-mu ketiggalan, dan banyak hal lagi yang di mata orang lain bukanlah apa-apa.

Jika memang begitu, ingat-ingatlah dua hal ini: Pertama, pegang mereka erat-erat karena nggak mudah menemukannya. Kedua, sadar atau tidak, justru merekalah orang-orang penting dalam hidupmu. Merekalah orang-orang yang pantas mendapat waktumu–bukankah hadiah paling berharga dari seseorang adalah waktu? Dan tetaplah seperti itu, karena menceritakan hal-hal nggak penting kepada orang yang penting dalam hidupmu itu penting.

Lalu, sebaliknya. Jika bagi seseorang, kamu adalah tempat ceritanya, bersyukurlah. Bersyukurlah karena kamu sangat berarti baginya. Bersyukurlah karena dengan senang hati dia mengajakmu merasakan apa yang dirasa hatinya. Bersyukurlah karena dihadapanmu, dia bersedia hadir apa adanya.

One in a million.

Itulah sebutanmu baginya. Kamu adalah satu diantara jutaan yang ia pilih sebagai tempat cerita. Kamu adalah satu diantara jutaan yang paling pertama ia percaya.

Dan jika kau bertanya bersediakah aku menjadi tempat cerita itu bagimu, tentu saja jawabanku iya.

Sukoharjo, 11 Juli 2018

 

repost dari tulisan teman saya imeespramesti.tumblr.com

Energi Cinta

Cinta, memang menghipnotis banyak orang.

Banyak hal yang dilakukan atas nama cinta, katanya.
Dan ya, aku percaya… Karena itu memang niscaya.

Energi cinta memang besar, efeknya pun menjalar.

Ada orang yang menjadi hebat, karena efek jatuh cinta, katanya.
Dan sebaliknya, ada orang yang menjadi pesakitan dan hendak bunuh diri karena putus cinta…

Bagaimanapun bentuknya, energi cinta memang sangat dahsyat, dan aku sering menyaksikannya.. Ya, dan aku sering terkagum-kagum olehnya.

Namun, sadarlah, energi cinta yang paling dapat menggerakkan adalah energi cinta yang murni, energi cinta yang berasal dari Rabb semesta alam.. Percayalah, energi cinta itu tidak akan pernah lenyap.. Ayo kejar cinta itu di penghujung Ramadhan..

Dan teruntuk kamu yang kucinta (ah, entah aku tidak tahu kau itu siapa), ayo sama-sama mencari cinta-Nya, agar nanti saat kita bersua, energi cinta kita sungguh sangat murni untuk bisa mendapat cinta-Nya yang begitu murni..

di Penghujung Ramadhan

alphabets cubes letters love
Photo by Shamia Casiano on Pexels.com

Kita (Sering) Memilih Jalan yang Berbeda

Sadar atau tidak, kita sering berbeda jalan..

nature red forest leaves
Photo by Pixabay on Pexels.com

Padahal seharusnya kita bisa bersama-sama.

Namun, di jalan yang berbeda pun, akhirnya kita tidak sengaja bertemu.

Ah, sungguh amat lucu. Mengapa harus begitu?

Tapi mungkin, memang itu lebih baik..
Daripada kita bersama, tapi tidak saling menguatkan?

Ironi memang, aku dan kamu, sama-sama saling berjarak.. Doaku, semoga kita sama-sama bertemu di surga nanti.

“Kalau tidak menemukanku di surga, cari aku yaa”

Di penghujung Ramadhan

 

sabilarahmau.tumblr.com

Menjaga yang Terjaga

O D Y S S E Y

Tahun 20 –sekian

Bulan Juni-masa depan, ketika matahari sedang hangat-hangatnya.


Aku melangkah masuk kedalam sebuah hutan kecil di pinggir kota. Hutan kecil yang ditemani aliran sungai dan bunga-bunga berwarna cerah. Kukeluarkan secarik kertas yang memang selalu menjadi ritualku di tempat ini. Menulis mimpi, atau sekadar mencoret mimpi yang telah terwujud, dan juga menulis surat untuk masa depanku. Entah sudah berapa kali, sepertinya sudah ratusan kali aku menjadikan tempat ini sebagai pelarian. Dari rutinitas, dari todongan pekerjaan di kampus, dan juga tentang membangun harapan.

Tempatku menaruh harapan bahwa kelak kau akan menemaniku disini, membersamai cerita-cerita yang mengalir dari mulutku tentang kehidupan kita, tentang awal perjumpaan kita. Tentang pekerjaanku dan pekerjaanmu. Jika Allah mengizinkan, aku ingin melihatmu tersenyum sambil menatap bayangan kita di arus sungai yang mengalir dengan tenang. Aku ingin kau membacakan untukku firman-firmanNya diiringi nyanyian burung yang berlalu-lalang di atas kepala kita dengan latar belakang langit cerah.

Apakah kau menyukai…

Lihat pos aslinya 660 kata lagi

Berani Mengambil Langkah, Siap Bertanggung Jawab!

O D Y S S E Y

Pernahkah terbersit dalam pikiranmu sebuah kata-kata, “Seandainya aku begini, aku pasti sukses” atau mungkin perkataan lain yang memiliki makna sama; menyesali. Pernyataan tidak terima. Tidak terima atas jalan hidupnya. Menyalahkan takdir dari Allah. Padahal sejatinya Allah telah memberi hamba-Nya dengan 2 pilihan. Jadi sebenarnya pernyataan itu ditujukan untuk menyalahkan dirinya. Menyalahkan keputusan atas pilihan yang dia pilih.

“Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir? Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.” (QS. Al Balad: 8-10)

Ketika seseorang telah menetapkan keputusannya, masalah tidak akan selesai disitu saja. Masih ada hal lain yang menanti untuk dipertanggungjawabkan. Apa? Ya pilihan kita tadi! Pilihan yang sudah dipilih itu harus dipertanggungjawabkan bukannya disesali.

Throwback ke masa sekitar 3 tahun atau setahun yang lalu (aku lupa tepatnya kapan), ketika itu aku berada pada titik kebimbanganku. Aku sudah jenuh belajar, inginnya jadi penulis saja. Kan enak ya, bisa di rumah terus, bisa…

Lihat pos aslinya 937 kata lagi

Surat Cinta Nya

O D Y S S E Y

Hari itu, tertanggal 13 Mei 2018 adalah sebuah prestasi bagiku.

Dipicu oleh sebuah kalimat dari seorang kakak yang begitu sabar memberi kami semangat untuk mempelajari surat cinta Nya.

 “Bisa jadi kamu merasa malas membaca Al-Qur’an bukan karena dirimu yang memang malas. Tapi Al-Qur’an lah yang nggak mau dibaca sama kamu.”

Allah mengizinkan buliran bening meleleh dari kedua mataku hari itu, setelah sekian lama kemarau menerpa diriku yang merindukan sebuah ‘tangisan’.

Hati siapa yang tak hancur, jika mengetahui kekasihnya tidak lagi menginginkannya. Akan tetapi seharusnya lebih hancur lagi perasaan ini, manakala kekasih yang akan membela kita di akhirat kelak tidak menginginkan kita, karena kita sendiri yang belum menunjukkan usaha maksimal untuk berinteraksi dengannya. Jika hak-hak yang harusnya kita penuhi dilalaikan begitu saja. Jika ia diakhirkan dalam list prioritas kita. Atau bahkan malah hilang sama sekali dalam list itu. Maafkan aku, Al-Qur’an ku.

Allahummarhamna bil Qur’an. Ya Allah sayangilah kami dengan Al-Qur’an.

Lihat pos aslinya 349 kata lagi

Tempat Pulang

sunset hands love woman
Photo by Stokpic on Pexels.com

Tempat pulang itu, yang menghentikan kesedihanmu. Dimana ada orang-orang yang membuatmu tertawa. Tanpa perlu kau bercerita bahwa hatimu tidak sedang baik-baik saja.

Tempat pulang itu, yang membuatmu nyaman. Dimana ada orang-orang yang menyambut kedatanganmu dengan senyum dan pelukan. Ketika mereka lepas pelukan itu, rasanya segala bebanmu ikut hilang.

Tempat pulang itu, yang menetramkan. Dimana ada orang-orang yang membuat yakin bahwa masih ada hari esok untuk memperbaiki kesalahan. Masih ada matahari lagi yang akan terbit sehingga kau bisa memulai lagi segalanya dari awal. Sehingga apapun yang kamu lakukan hari ini tidak perlu menjadi beban pikiran, cukup diserap menjadi hikmah yang bisa kau ceritakan sebagai pelajaran kepada mereka yang setia menunggumu di rumah.

Asalkan kita bersama, kukira, tempat pulangku bisa dimana saja.

Juni Pertama 2018

Repost Imes Pramesti imeespramesti.tumblr.com

Mengakhiri Semuanya #2

“Berlelah-lelahlah! Manisnya hidup terasa setelah berjuang!” -Imam Syafi’i-

Saat kau sudah merasa habis tenaga, tapi manisnya belum terasa. Tandanya kamu harus berjuang lagi lebih keras, tandanya kamu harus sadar diri untuk lebih banyak instropeksi diri. Tandanya Allah sayang sama kamu dan masih ingin melihatmu lebih banyak berdoa dan berusaha.

Usahamu itu belum ada apa-apanya, Ma. Coba deh bandingin sama kisahnya Muhammad Al-Fatih!

Muhammad Al-Fatih. Penakluk konstantinopel. Al-Fatih percaya dengan perkataan Rasulullah bahwa kelak konstantinopel akan takluk.
Percaya dengan sebenar-benarnya akan pernyataan Rasulullah akan terbukti benar.

Dan benarlah hal itu, Muhammad Al-Fatih dapat menaklukkan konstantinopel di usianya yang masih belia, walaupun harus melakukan usaha yang tidak disangka-sangka di masa itu, menaikkan kapal ke daratan. See? Masih mau menyerah?
.
Berlelah-lelahlah! Manisnya hidup terasa setelah berjuang!

-this is part of kisah “Mengakhiri Semuanya”-

Yogyakarta, Mei ke 30, kesabaran insyaAllah akan berbuah manis. 🙂 . semanis doa yang dilangitkan oleh orang-orang tercinta.. Love

 

photo-1473257982302-a900d079172e